Fisafat 2

Nasir Al-Din Tusi (597-672 H/1201 M – 1274 M)
A. Etika
Cinta
Kebajikan
Keadilan
Penyakit  Penyimpangan jiwa dan hilang keseimbangan
Keberlebihan
Kekurangan
Ketidakwajaran
 Marah, hasrat maka muncul:
Kebingungan
Kebodohan sederhana
Kebodohan fatal
B. Tahap Tasawuf
1. Mistis: iman, ketetapan, keteguhan, jejujuran, perenungan, ketulusan hati.
2. Penolakan dunia: menyesali dosa, menghindar dari kehendak/zuhud, tidak
bernafsu terhadap harta, keras terhadap hasrat tak rasional, menghitung-
hitung kebaikan-kejahatan, selaras antara tindakan dan niat, kesalehan.
3. Penyendirian: perenungan, ketakutan dan kesedihan, ketabahan, syukur.
4. Bakti kepada Tuhan: berbakti, keingin tahuan akan tuhan, keimanan,
ketenangan jiwa.
5. Pasrah kepada Tuhan: ridha, tunduk, tauhid, wahdat/manunggal, peleburan.
6. Peleburan diri atau fana : lebur dalam keesaan.
C. Rumah Tangga
Hubungan istimewa antara suami dan istri, orang tua dan anak, tuan dan yang
membantu, kekayaan dan pemilik. Untuk mengembangkan sistem disiplin agar
tercipta kesejahteraan fisik, sosial, dan mental.
D. Politik
1. Ilmu kemasyarakatan
2. Ilmu pemerintahan
E. Psikologi, tentang jiwa sebagai substansi sederhana dan immaterial.
F. Metafisika: Ketuhanan dan filsafat
G. Kenabian, karena tuhan tidak terjangkau, orang mengenal lewat utusan-Nya.

Komentar

Posting Komentar